Jatuhnya Konstantinopel membawa dampak bagi bangsa-bangsa barat menjadi kesulitan untuk berdagang. Bangsa-bangsa barat, khususnya Portugis, kemudian berdagang secara langsung ke dunia timur tanpa melewati Konstantinopel, karena kota Konstantinopel tertutup untuk barat.
Pembahasan:
Konstantinopel merupakan ibukota Kekaisaran Romawi Timur yang merupakan pelabuhan transit perdagangan antara Asia dan Eropa. Letaknya yang strategis membuat bangsa-bangsa di sekitarnya banyak yang ingin menguasainya, termasuk umat Islam. Umat Islam ingin mengembangkan peradaban Islam dan mengambil wilayah strategis agar mempermudah dalam proses penyebaran ajaran Islam.
Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani terjadi pada tanggal 29 Mei 1453 oleh penyerangan yang dilakukan Sultan Usmani Muhammad II. Kemudian Ibukota Konstantinopel berganti nama menjadi Istanbul. Keadaan tersebut membawa dampak bagi bangsa barat menjadi kesulitan di bidang perdagangan. Setelah Romawi Timur dikuasai oleh Turki Utsmani, jalur perdagangan antara Eropa dan Asia Barat di Laut Tengah menjadi terputus.
Terjadinya konflik antara umat Kristen dan umat Islam menjadikannya tidak ada lagi persediaan rempah-rempah untuk mereka. Para pedagang terpaksa mencari jalur lain untuk berdagang. Mereka berdagang secara langsung ke dunia timur tanpa melewati Konstantinopel, karena:
- Konstantinopel tertutup untuk barat,
- Konstantinopel tidak boleh dijadikan sebagai lintas barang dagangan dari Asia,
- kedudukan perdagangan bangsa Italia di Konstantinopel sudah dihancurkan.
Bangsa-bangsa barat mulai berpikir untuk mencari daerah penghasil barang-barang dagangan mereka, terutama rempah-rempah. Karena sangat dibutuhkan pada musim dingin. Para pedagang dari bangsa barat dipelopori oleh Portugis mencari jalur lain ke sumber rempah-rempah yang mereka butuhkan. Mereka menjelajah ke India dan kepulauan Nusantara.
Pelajari Lebih Lanjut:
Dampak ditutupnya kota Konstantinopel oleh Turki pada brainly.co.id/tugas/2407737
#BelajarBersamaBrainly
#SPJ4
[answer.2.content]